Menulis dan Berbicara Sebagai Seorang Introvert

Beberapa waktu yang lalu, saya sempatkan untuk membaca beberapa artikel dan ketemu dengan artikel yang membahas tentang introvert (baca: orang bersifat tertutup). Introvert? Artikel itu sebelumnya ditulis oleh Chris Guillebeau (an author, traveler, and blogger).

Karena artikelnya cukup menarik, saya ingin buat versi Indonesianya.

Versi bahasa Inggrisnya disini : http://chrisguillebeau.com/writing-and-speaking-for-introverts/

Okay, kira-kira si Chris bilang begini :
Dalam setiap event dimana saya sebagai pembicara, saya selalu menyebutkan kalau saya seorang introvert. Kali ini, saya ingin membagi beberapa dari pemikiran dan strategi bagaimana dengan menjadi seorang introvert, tidak menghentikanmu untuk menceritakan tentang kehidupanmu pada orang-orang secara online, berinteraksi dengan mereka dalam setiap event, atau bahkan membuat karir baru.

Pertama, apa itu introvert?
Introvert sedikit mengarah ke arah pemalu. Apakah kamu seorang introvert atau exstrovert (bersikap terbuka) tergantung seberapa besar energi yang kamu peroleh. Jika kamu merasa berenergi atau senang ketika berada disekitar orang banyak, maka kamu bisa dibilang seorang exstrovert. Sebaliknya, jika kamu merasa berenergi atau senang ketika menghabiskan waktu sendirian, bisa dibilang kamu seorang introvert.
Sebenarnya, sebagian besar dari kita tidak benar-benar seorang introvert maupun ekstrovert, karena cakupan untuk menilai kepribadian cukup luas.

Menjadi introvert juga tidak berarti kamu membenci orang-orang atau tidak nyaman ketika berada di sekitar mereka. Mungkin saja kamu hanya perlu waktu sendiri untuk rehat dari berbagai aktifitas.

Bagaimana saya belajar untuk lebih terbuka?
Saya tidak berpikir kalau sebagian besar orang mencoba untuk mengubah kepribadian mereka menjadi introvert maupun exstrovert. Bagaimanapun juga, kamu dapat belajar atau menyesuaikan diri dengan keahlian-keahlian baru yang mana akan membantumu dalam hidup tanpa harus mengubah dirimu.

Ini, beberapa hal yang mana membantu saya dalam membagikan apa yang saya kerjakan kepada masyarakat luas dalam 5 tahun terakhir ini.

Pelajaran#1: Sebagian besar orang bersifat baik.
Kekhawatiran terbesar yang dipunyai oleh beberapa orang ketika membagikan cerita mereka secara online adalah berpikir kalau orang-orang akan mengatakan hal buruk tentang itu. Ini mungkin saja terjadi, beberapa orang mungkin mengatakan hal-hal buruk. Namun, sebagian besar tidak. Tidak sedikit dari mereka yang akan mengatakan hal-hal baik tentang itu, karena pada umumnya sebagian besar orang bersifat baik.
Ketika saya mulai membagikan cerita perjalanku yang awalnya melalui blog. Dengan cepatnya, beberapa dari mereka yang dulunya orang asing dalam dunia maya kemudian menjadi teman dalam kehidupan nyata. Saya menyadari dengan mengenal mereka, dan membantu mereka adalah suatu hal yang sangat positif.

Pelajaran#2: Sebagian besar orang berada dipihakmu.
Saran terbaik yang pernah saya terima dalam hal berbicara adalah berbicara dengan penuh gairah. Ya, lebih baik mengerjakan atau menulis sesuatu yang benar-benar membuat kita bergairah.
Saran kedua terbaik yang saya terima adalah dengan mengingat bahwa para hadirin atau penonton berada dipihakmu. Pelajaran ini diterapkan saat menulis, ketika orang membaca tentang hal yang kamu tulis, sebagian besar dari mereka ingin seperti apa yang kamu tulis dan cenderung untuk mendukungmu. Kalau tidak, mengapa mereka ingin membacanya?

Pelajaran#3: Kamu dapat melakukan banyak hal dengan caramu sendiri.
Belajar untuk hidup pada lingkungan yang berorientasi pada dunia exstrovert tidak berarti kamu harus merubah semuanya. Dalam beberapa kasus, orang-orang malah akan mencoba untuk menyesuaikan diri denganmu.
Orang-orang introvert juga kerap kali khawatir dengan cerita yang mereka bagikan yang mana bisa berbahaya buat mereka. Tapi ingat, kamu bisa memilih aspek mana yang akan kamu ceritakan. Kamu juga dapat memilih mana yang bersifat pribadi dan mana untuk umum.
Prinsip yang baik adalah apapun yang kamu pilih untuk diceritakan haruslah transparan atau jelas. Tapi, kamu juga tidak perlu untuk menceritakan semuanya.
Ketika kamu menulis di blog, blog bukanlah suatu demokrasi. Kamu tidak harus memberikan kolom komentar pada blogmu. Ya, itu tergantung padamu.

Pelajaran#4: Latihan membuat kita lebih baik.
Kedengarannya sederhana, tapi itu benar. Semakin sering kamu melakukan sesuatu, kamu akan semakin ahli pada hal itu. Menantang diri sendiri itu bagus, dan pengalaman juga menghasilkan kepercayaan diri.
Pada berbagai kesempatan, saya juga sering gugup sebelum berbicara pada suatu event. Tapi saya tetap melakukannya. Saya juga selalu hati-hati ketika mengambil suatu pilihan yang berisiko, karena saya tau kalau tidak melakukannya maka saya tidak akan berkembang.

***

Jika kamu selalu merasa sebagai seorang introvert dan khawatir untuk terjun pada suatu bidang, jangan resah. Tidak ada yang salah denganmu. Kesempatan ada, kamu mempunyai sesuatu untuk ditawarkan pada dunia, dan kamu seharusnya tidak membiarkan kepribadianmu menahanmu.
Pertanyaan: apakah kamu seorang introvert atau exstrovert ? Apa yang kamu pelajari tentang bagaimana hal ini mempengaruhi pekerjaan dan hubunganmu dengan orang-orang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s