To Kill a Mockingbird by Harper Lee

to-kill-a-mockingbird

You never understand a person until you consider things from his point of view… until you climb into his skin and walk around it.” – Harper Lee

(Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya… hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya).

Salah satu kutipan dari novel klasik legendaris karya Harper Lee yang berjudul “To Kill a Mockingbird”. Buku ini juga berhasil menyabet Pulitzer Prize di tahun 1961 dan Oscar setahun setelahnya saat diangkat ke layar lebar.

Selain novel ini dinobatkan sebagai novel terbaik abad ke-20 dan menjadi warisan literatur Amerika, buku ini juga berhasil mengubah paradigma dari mayoritas penduduk Amerika terhadap isu rasisme saat itu (racial segregation). Di tahun buku ini terbit, rasisme masih sangat kental di Amerika. Dimana warga kulit putih sangat dominan terhadap warga kulit hitam. Menjadikan warga kulit putih mendapat hak-hak istimewa untuk segala aspek kehidupan mulai dari pelayanan masyarakat, angkutan umum dll. Semuanya dibedakan atas dasar warna kulit.

Sinopsis

To Kill a Mockingbird mengisahkan tentang kakak beradik Jeremmy “Jem” Finch dan Jean Louise “Scout” Finch beserta ayahnya, Atticus Finch yang hidup di kota kecil bernama Maycomb County.

Scout digambarkan sebagai anak perempuan berusia 6 tahun yang cerdas, kritis dan suka membaca. Meskipun begitu, Scout cukup tomboi jika dibandingkan dengan gadis seumurannya. Scout mempunyai seorang kakak yang lebih tua 4 tahun darinya, yaitu Jem. Jem adalah anak laki-laki yang mulai beranjak remaja dan selalu ingin bersikap dewasa dihadapan Scout. Bagi Scout, kenyataan bahwa Jem selalu ingin bersikap dewasa menjadikan dia mirip dengan Atticus, dan hal itu membuat Scout kesal.

Ayah mereka, Atticus adalah seorang pengacara lokal yang cukup disegani di kota Maycomb. Atticus dikenal sebagai orang yang bijak dan penyayang. Atticus merupakan egaliter sejati, dimana sebagai seorang pengacara, dia tidak pernah membedakan kasus atau perkara yang akan dibelanya. Sebagai seorang ayah, Atticus selalu memberi teladan dan mengajarkan Scout dan Jem untuk tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap orang lain.

Jem dan Scout mempunyai seorang sahabat laki-laki bernama Charles Baker “Dill” Harris, anak laki-laki pendek dan pandai yang mengunjungi Maycomb setiap musim panas dan tinggal bersama bibinya. Ketiga anak ini sangat takut dengan tetangga mereka, si penyendiri Arthur “Boo” Radley. Semua orang dewasa Maycomb ragu jika bercerita tentang Boo, karena hanya beberapa orang yang pernah melihatnya selama bertahun-tahun. Jem, Scout dan Dill selalu mengimajinasikan tentang rupa Boo yang belum pernah mereka lihat sebelumnya dan berkhayal bagaimana agar Boo bisa keluar dari rumah. Setelah 2 tahun menjalin persahabatan bersama Dill, Jem dan Scout menemukan hadiah kecil yang diletakkan oleh seseorang di bawah sebuah pohon di depan kediaman Radley.

Hakim Taylor, lelaki tua beruban yang dikenal dengan reputasinya memimpin sidang dengan busana yang tidak formal, menunjuk Atticus untuk membela Tom Robinson, lelaki berkulit hitam yang dituduh memperkosa wanita muda berkulit putih, Mayella Ewell. Meskipun banyak penduduk Maycomb yang tidak menyetujuinya, Atticus setuju untuk membela Tom. Anak-anak lain mencemooh Jem dan Scout karena keputusan yang dibuat ayahnya, menyebut keluarga mereka sebagai pencinta nigger (orang kulit hitam). Scout dihasut untuk membela kehormatan Atticus dengan perkelahian, namun Atticus meminta agar Scout mengabaikan hal tersebut.

Atticus tidak ingin Jem dan Scout berada pada persidangan kasus Tom Robinson. Karena tempat duduk di ruangan utama sudah terisi penuh, Reverend Sykes lalu menawarkan Jem, Scout dan Dill untuk menonton persidangan dari atas balkon. Atticus menegaskan jika kubu penggugat-Mayella Ewell dan ayahnya, Bob Ewell, yang dikenal sebagai seorang pemabuk berat telah berbohong. Mayella membuat percobaan seksual terhadap Tom, lalu Bob mendapati hal tersebut kemudian memukuli Mayella. Meskipun Atticus mampu menunjukkan jika Tom tidak bersalah, para juri tetap memvonis bersalah Tom Robinson. Menyaksikan hal tersebut, keyakinan Jem akan keadilan mulai tergoyahkan. Begitu pun dengan Atticus yang sedih ketika mengetahui Tom telah ditembak mati atas percobaannya melarikan diri dari penjara. Sejak saat itu Jem dan Scout mengalami perubahan total dan menyadari jika kehidupan orang dewasa tidak selalu hitam-putih, baik-buruk.

Meskipun Tom Robinson divonis bersalah, Bob Ewell merasa terhina dengan kejadian di persidangan. Bob bersumpah untuk membalas kejadian tersebut. Bob meludahi Atticus tepat di wajah, mencoba untuk mengacau di kediaman hakim Taylor, mengancam istri Tom dan akhirnya menyerang anak-anak Atticus, Jem dan Scout yang baru saja pulang dari acara Hallowen yang diadakan di sekolah. Salah satu lengan Jem patah dalam penyerangan itu, namun di tengah kegelapan malam, datang seseorang menyelamatkan Jem dan Scout. Lelaki misterius yang membawa Jem pulang, yang kemudian Scout sadari jika dia adalah Boo Radley.

Sherif Tate, yang juga sahabat Atticus, tiba dan menemukan Bob Ewell telah meninggal dengan luka tusukan dalam penyerangan malam itu. Sherif dan Atticus beradu argumen tentang siapa yang membunuh Bob Ewell (Jem yang menurut Atticus bertanggung jawab atas kematian Bob atau Boo Radley yang menurut Sherif Tate bertanggung jawab atas kematian Bob). Atticus kemudian setuju dengan cerita yang diutarakan oleh Sherif tentang Bob Ewell yang terjatuh dan menusuk dirinya sendiri.

Boo meminta agar Scout menemaninya pulang ke rumah, dan setelah mengucapkan salam perpisahan di depan kediaman Boo Radley, Boo kemudian menghilang lagi. Saat berdiri di  emperan rumah Boo, Scout membayangkan kehidupan dari sudut pandang Boo Radley, dan merasa menyesal karena tidak membalas hadiah yang diberikan Boo kepada mereka.

***

Every adult should read this book before they die. That’s the only thing I can say to describe how fantastic this book is.

Referensi :

Gambar cover buku https://bukubukuandinie.files.wordpress.com/2012/04/to-kill-a-mockingbird.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s