Problem Solving 101 : A Simple Book for Smart People

Problem-Solving Kids image

Problem Solving 101 awalnya ditujukan untuk anak-anak sekolahan di Jepang. Karena di tahun 2007, Perdana menteri Jepang menjadikan pendidikan sebagai fokus utama mereka. Dengan tujuan mengubah cara belajar anak-anak di Jepang yang awalnya berorientasi pada “Hafalan” menjadi “Pemecah masalah”. Dari situ Ken Watanabe, memutuskan untuk mengundurkan diri dari Mckinsey dan membantu menyukseskan program tersebut dengan menulis buku ini.

Seiring berjalannya waktu, Problem solving 101 menjadi populer di kalangan orang dewasa dan menjadi best-seller di Jepang bahkan di beberapa negara lainnya.

Di buku ini, Ken Watanabe menggunakan karakter-karakter yang menggemaskan dalam beberapa skenario masalah. Di bagian awal kita akan disajikan dengan karakter seperti:

Miss Sigh

miss sigh

Miss Sigh adalah orang yang sangat mudah menyerah ketika diperhadapkan pada suatu masalah. Terkadang dia punya ide yang cemerlang dan tahu bagaimana suatu masalah dapat diselesaikan. Namun, dia takut jika hal yang dilakukannya itu gagal dan orang-orang akan menertawakannya. Miss Sigh tidak bisa mengontrol kehidupannya. Dia juga merasa kalau orang lain tidak bisa mengerti dirinya dan selalu menyalahkan orang lain atas hal-hal buruk yang menimpanya.

Mr Critic

Mr Critic

Mr Critic adalah pengkrikit yang ulung. Apapun rencana atau ide dari seseorang, dia yang berada paling depan untuk mencari kelemahan dan menjatuhkan ide tersebut. Orang-orang yang gagal dalam melakukan suatu hal adalah sasaran empuknya. Mr Critic sangat gemar menyalahkan orang lain. Padahal dia sendiri tidak pernah melakukan hal-hal yang istimewa.

Miss Dreamer

Miss Dreamer

Miss Dreamer senang berangan-angan dan selalu punya ide-ide yang baru. Namun ide tersebut tidak pernah dibuat menjadi kenyataan. Dia sudah puas dengan hanya memikirkan ide-idenya. Dia menganggap jika idenya lebih baik berada dikepalanya daripada harus dibawa ke realitas.

Mr Go-Getter

Mr Go-Getter

Mr Go-Getter tidak pernah memikirkan masalahnya terlalu lama. Ketika dia merasa sesuatu tidak berjalan dengan baik, dia akan langsung beraksi. Dia cenderung menyalahkan kegagalan karena kurangnya usaha dalam menyelesaikannya. Mr Go-Getter percaya kalau semua masalah bisa diselesaikan dengan kerja keras. Dia juga tidak suka mencari akar permasalahan yang dihadapinya atau mempertimbangkan solusi alternatif untuk masalahnya. Namun, dia akan terus berusaha hingga masalahnya tuntas.

Problem-Solving Kids

Problem-Solving Kids

Problem-solving kids tahu cara menyelesaikan suatu masalah. Berbeda dengan Mr Go-Getter, Problem-solving kids lebih suka mencari akar permasalahan dari suatu masalah dan memetakan rencana yang efektif dan efisien sebelum mengambil tindakan. Dengan kata lain, mereka tahu menyeimbangkan antara berpikir dan mengambil tindakan untuk masalah yang mereka hadapi. Mereka juga selalu belajar dari kesuksesan dan kegagalan yang mereka peroleh. Problem-solving kids selalu berfokus pada hal-hal yang bisa diubah daripada apa yang telah terjadi sebelumnya. Selain itu, ketika mereka mengambil suatu tindakan, mereka akan terus-menerus memonitori perkembangannya.

Dari 5 karakter diatas, kira-kira bagannya seperti gini :

bagan

Nah, untuk skenario permasalahan yang disajikan di buku ini, Ken Watanabe memberikan 3 contoh yang bisa diajarkan kepada pembaca:

  1. The Mushroom Lovers, band yang mencoba untuk meningkatkan jumlah penonton yang datang menghadiri konser mereka.
  2. John The Octopus ingin menjadi animator grafis komputer yang terkenal, dimana dia harus menyimpan uangnya sebanyak mungkin untuk membeli sebuah komputer yang canggih.
  3. Kiwi, pesepak bola cilik yang ingin menjadi pemain profesional tapi bingung mencari sekolah sepak bola yang cocok untuknya.

Sepintas, ketiga masalah diatas memang terkesan sepele. Namun jika dicermati dengan baik, skenario masalah yang diatas merupakan masalah yang umum kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ketiga skenario diatas, Ken Watanabe menyisipkan teknik-teknik yang dianggapnya berguna dalam menyelesaikan masalah-masalah itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s