Gimana Caranya Membuat Harimu Lebih Bermakna?

Pernah tidak kamu menyadari kalau kegiatan yang kamu lakukan itu hanya buang-buang waktu dan tidak bermakna? Pastinya semua orang pernah ngalamin hal seperti ini ya.

best day

Biasanya sih, hal seperti ini terjadi kalau tugas-tugas kita sudah menumpuk dan butuh waktu serta tenaga yang lebih untuk bisa diselesaikan. Akibatnya, orang cenderung beralih ke kegiatan yang sepele yang sama sekali tidak membutuhkan waktu dan tenaga yang besar. Seperti scrolling atau geser ke atas dan ke bawah instagram tanpa tujuan yang jelas. Kemudian tugas-tugas berat yang tertunda tadi semakin banyak dan tidak bisa dihindari lagi, sampai muncul pernyataan “Saya nggak punya waktu untuk nyelesain semua tugas ini!”.

Membuat satu kegiatan atau momen itu menjadi lebih berharga, ternyata merupakan hasil dari Intention loh (baca: kehendak). Contohnya: Budi menyikat giginya di pagi hari dan berpikir kalau dia baru saja ngabisin lima menit waktunya untuk hal yg tidak berguna. Untuk Budi, dia tidak membuat momen “menyikat gigi” itu sebagai kegiatan yang bermakna. Tapi ketika Budi menyadari kalau kebiasaan “menyikat gigi” di pagi hari itu penting buat kesehatan giginya, maka lima menit tadi itu tidak sia-sia.

Kebanyakan orang berpikir kalau ”mencuci piring” itu kegitan yang membosankan dan buang-buang waktu. Tapi, ketika kamu sadar kalau kegiatan ini sebenarnya membantu melatih kesabaran dan membuat persediaan piring bersihmu lebih banyak, maka kamu baru saja membuat momen itu bermakna.

Begini, setiap momen itu seperti kanvas putih. Tidak ada seorangpun yang memberitahumu bagaimana menggunakannya. Tidak ada cara yang “benar” atau “salah” dalam menggambar di kanvas itu. Satu-satunya perbedaan antara momen yang berharga dan momen yang tidak berharga ialah seberapa besar kesadaran atau kehendakmu dengan momen itu.

Jika kamu tidak punya kehendak, jika kamu melakukan sesuatu tanpa tujuan, maka kamu akan merasa tidak terhubung dengan momen itu. Kamu bakalan berpikir kalau momen itu tidak bermakna.

Tapi ketika kamu mempunyai kesadaran dan kehendak dengan momen itu, bahkan jika momen itu hanya kegiatan yang tidak memerlukan gerakan dan tenaga (seperti bernafas dengan kesadaran kalau kegiatan ini berguna untuk menjaga pasokan oksigen dalam paru-paru tetap tersedia), maka kamu baru saja membuat momen itu bermakna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s