Impian dan Harapan yang Tak Pernah Padam

Bahkan ketika kita mencoba menyembunyikan mereka dari diri kita sendiri, mengubur mereka dalam kehidupan kita sehari-hari, semua impian dan harapan tidak akan pernah padam. Seperti benih yang percaya akan mendapatkan cahayanya kelak. Begitupun dengan hasrat dan keinginan tersembunyi kita yang tetap merapat di bawah beban realitas. Mereka sabar dan tidak berubah-ubah. Meskipun tanggung jawab dan kewajiban yang terus menyerang tiada henti, mereka tetap teguh.

Impian dan harapan adalah suatu pembelajaran di dalam pertentangan. Di satu sisi, mereka sangat rentan seperti bisikan. Diam dan malu, mereka muncul dari bayang-bayang kesunyian, sering pada momen refleksi yang datang sesaat sebelum kita tidur atau ketika kita sedang menatap keluar jendela dengan kelinglungan.

Mereka membuat kita merasa begitu rentan. Sesederhana mengakui kehadiran mereka saja, dapat menuntun kita pada labirin gelap yang tidak logis, namun diisi dengan kemungkinan menakutkan akan kegagalan, cemoohan, dan kekecewaan. Mengharapkan sesuatu berarti meletakkan diri kita pada resiko untuk tidak pernah memilikinya.

Di sisi lain, impian dan harapan mempunyai kemampuan untuk menguatkan kita melewati penderitaan. Mereka mengiring kita untuk mencapai hal yang sebelumnya kita anggap mustahil. Dan mereka membantu kita menemukan arti dan tujuan hidup yang mungkin saja bisa hilang ditelan waktu.

Setiap manusia mempunyai impian dan harapan. Dan bukan rahasia lagi jika masing-masing dari kita memiliki keinginan tersembunyi di dalam hati. Inilah yang membuat kita menjadi manusia. Namun, impian dan harapan terkadang membawa kita untuk mudah melupakan orang lain, serta kehilangan kontak dengan hubungan yang diciptakan oleh pengalaman hidup bersama dalam suatu paguyuban.

Jangan melihat orang-orang yang berumur tua dan lalu menutup mata terhadap gairah mereka yang terus mengetuk dan mengintai tepat dibawah lapisan pelindung apatis dan kepasrahan menerima nasib. Impian itu abadi.

Jangan melihat orang-orang yang hidup hanya dari tangan ke mulut, tidak dapat mengejar apapun yang lebih besar daripada sekedar bertahan hidup, dan berpikir sejenak bahwa impian dan harapan mereka kurang semarak atau nyata daripada milikmu. Impian tidak membeda-bedakan.

Jangan percaya bahwa hanya karena orang hidup di benua lain, impian mereka berbeda dari milikmu sendiri. Impian tidak mengenal batas.

Umumnya, kita semua menginginkan hal yang sama. Meskipun rincian yang tepat ada pada keragaman dan kreativitas tanpa ujung. Kita menginginkan keselamatan dan kenyamanan bagi diri pribadi dan keluarga. Kita ingin kesempatan untuk menemukan dan memenuhi tujuan kita. Kita ingin kesempatan untuk mengekspresikan diri tanpa takut akan akibatnya. Kita ingin kebebasan dalam membuat pilihan sendiri. Kita menginginkan kedamaian dan kemakmuran. Dan tentu, kita menginginkan cinta.

Mungkin ini lebih dari sekedar percakapan dan interaksi yang kita punya di alam yang disebut dunia nyata, karena impianlah yang mengikat kita bersama-sama. Terkadang, hal yang tak terucapkanlah yang terdengar. Terkadang, sebuah bisikanlah yang terbawa melintasi ruang dan waktu. Dan terkadang pula, saya membayangkan mereka sedang menunggu untuk muncul dari balik sinar matahari, impian dan harapan yang membentangkan akar tersembunyi ke dalam tanah, di mana mereka terjalin dengan akar impian lain di bumi yang gelap dan subur ini. Bayangkan luasnya jaringan seperti itu dan betapa mungkinnya hal itu bisa digapai.

Tapi satu hal yang akan terus saya yakini,

Without hopes and dreams, We are nothing.

Advertisements

18 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s